Kasihan masyarakatnya, dari tahun 2015 mengadu tetapi tidak ada respon

Mediasumut.com | Simalungun | – Sejak tahun 2015 hingga kini pengaduan masyarakat Huta Banjar Pardamean,Nagori Bahjambi II,Kecamatan Tanah Jawa Kabupaten Simalungun kepada Kejaksaan Simalungun belum mendapat tanggapan,hal ini diungkapkan Fernando Nikson Sianipar,SP.



Kepada mediasumut.com  Selasa (22/8/2017),Nikson yang mengatas namakan Masyarakat menyampaikan,sejak 5 oktober tahun 2015 telah menyatakan keberatan pendirian pabrik penggilingan dan penggorengan padi yg dibangun didaerah nya.Adapun alasan keberatan yang disampaikan nya adalah karena,

“tidak ada nya sosialisasi kepada kami dimana akan dilaksanakan proyek pembangunan tersebut,sehingga masyarkat disini tidak mengerti pembuatan bangunan itu untuk kepentingan apa dan untuk kepentingan siapa,” ujarnya.

Selain dari itu,Masyarakta juga merasa sangat kecewa terhadap R,Nababan yang mengaku ngaku pemilik proyek sangat arogan terhadap masyarakat setempat,”Masyarakat pernah mempertanyakan dan bahkan memprotes adanya pembangunan proyek tersebut,R Nababan dengan arogannya mengatakan bahwa Proyek ini berasal dari dinas pertanian Sumatera Utara,” jelasnya.

Nikson juga menambahkan,R.Nababan dengan sombong mengatakan “sampai berdarah darah dan sampai titik darah penghabisan akan aku pertahankan proyek bangunan pabrik penggilingan dan penggorengan padi ini,biar pabrik ini berdri dulu,soal berjalan atau tidak pabrik ini itu urusan belakang,yang penting dana pembangunan pabrik ini dapat diterima kelompok.” terangnya menirukan ucapan Nababan.

Selain alasan diatas,Nikson juga menambahkan dengan areal atau luasan yang tidak masuk akal,dimana diatas lahan 2 rante (800m2) berdiri pabrik penggorengan dan penggilingan dengan kapasitas 6 ton perhari,jika hal itu berlangsung dengan tingkat kebisikan sangat mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.terangnya lagi.

Proyek Vertikal dryer dengan nomor kontrak 602/15103/UM/VIII/2015,Pelaksana CV.Dian Putri (Hotmauli Saragih,SH),jalan Maklin Girsang No.2 Sondi Raya,Kabupaten Simalungun,menurut Nikson juga sudah disampaikan kepada Bupati Simalungun,keberatan Masyarakat setempat.

“kami ada sebanyak 60 warga yang menyatakan keberatan,dan kami meminta kepada Kajari Simalungun untuk menindak lanjuti pengaduan kami,yang kami duga sarat dengan kepentingan pribadi maupun kelompok,demikian juga kepada bapak Bupati Simlungun permohonan keberatan kami untuk segera di tinjau ulang,” tegasnya. (*ms)