Kaur Pembangunan Desa Muara Bolak Tertangkap Tim Saber Pungli

Mediasumut.com  | Tapteng |- Mendapat informasi dari masyarakat, Personil Sat Intelkam dan Sat Reskrim Polres Tapteng, Jumat (10/8) malam sekira pukul 20.30 wib dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) berhasil menangkap pelaku Pungutan Liar (Pungli).

Pungli dilakukan dengan dalih biaya permohonan pengukuran lahan, dan untuk biaya administrasi pembuatan sertifikat tanah Prona (Progaram Nasional) di Desa Muara Bolak Kecamatan Sosorgadong Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Setelah dilakukan penyelidikan atas informasi tersebut, seorang Kaur Pembangunan di Kantor Kepala Desa Muara Bolak, inisial CS, diamankan petugas dan mengamankan Barang Bukti berupa, uang tunai Rp. 400.000,-sebanyak 4 lembar pecahan uang Rp. 100.000,- yang diterima dari JS, alasannya untuk biaya pengukuran tanah.

Dan berkas permohonan pengukuran lahan atas nama JS, serta uang tunai Rp. 1.760.000,- pecahan Rp 20.000,- sebanyak 88 lembar. Pengakuan CS kepada petugas, uang tersebut hasil kutipan uang Koperasi Zaitun, satu unit HP merk Nokia type Lumia turut diamankan petugas. Guna penyidikan lebih lanjut, tersangka dan barang bukti telah diamankan ke Mapolres Tapteng di Pandan.

Kapolres Tapteng AKBP Hari Setyo Budi, melalui Humas Polres Tapteng membenarkan proses penangkapan bermula atas informasi dari masyarakat, Sabtu 15 juli 2017 lalu, bahwa Kepala Desa Muarabolak, inisial AM, diduga telah melakukan pungli terhadap pemohon Prona dengan dalih biaya Andimistrasi pengurusan Sertifikat Prona.

Dijelaskan Humas, saat dulakukan penangkapan, CS tidak mau, bahkan sempat melawan petugas seraya berteriak mengatakan “Rampok..Rampok”.. Sehingga Personil Sat Intelkam dan Personil Polres Tapteng melakukan Upaya paksa, mengingat warga sekitar mulai ramai.

Informasi di himpun dari masyarakat Desa Muarabolak. yang membutuhkan administrasi seperti KK, KTP dan Pengukuran tanah (proses permohonan Sertifikat), serta mengambil Sertifikat prona yang telah selesai. Wajib membayar dengan jumlah yang bervariasi, yang di duga hal tersebut sangat memberatkan masyarakat.

Di hadapan Personil Sat Intelkam CS juga memberikan keterangan yang berbelit-belit. Namun pada akhirnya CS mengakui dan menyesali perbuatannya.(*ms)