Akibat Perang Saudara di Negaranya 33 Pengungsi Asal Srilangka Terdampar Dipulau Nias Tiba Di Imigrasi Sibolga

Mediasumut.com  | Sibolga |- Akibat perang saudara yang tidak berkesudaahan di negara asalnya. Sebanyak 33 Imigran gelap asal Srilangka tiba di Pelabuhan ASP Sibolga, Sabtu (12/8) sekira pukul 06.20 wib. Mereka diberangkatkan dari Pelabuhan Nias, Jumat malam menaiki kapal penyeberangan ASDP dengan pengawalan 10 personil Polres Nias.

Para Imigran ini kemudian diantar ke kantor Imigrasi Sibolga untuk dilakukan pendataan. Menurut informasi dari pihak kantor Imigrasi Sibolga menyebutkan, para Imigran asal Srilangka ini nantinya akan dibawa ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) di Belawan.

“Rencananya hari ini, Minggu (13/8) langsung kita bawa ke Belawan”. kata Kasi Wasdakim kantor Imigrasi Sibolga, Hasan.

Sebelumnya, 33 orang Imigran asal Srilangka ini ditemukan terdampar di perairan Nias Utara, Sumatera Utara. Mereka ditemukan oleh nelayan dan diduga telah terombang-ambing di perairan selama 3 hari. Setelah ditemukan, personil polisi, TNI dan nelayan mengevakuasi para imigran dan dibawa ke Aula Kantor Lurah Pasar Lahewa sebagai tempat penampungan sementara.

Berdasarkan pemeriksaan, dari 33 imigran tersebut seorang diantaranya wanita. Para imigran itu berangkat dari Srilanka sejak 3 Juli 2017 lalu dan hendak menuju Selandia Baru dan Australia untuk mencari suaka karena perang yang tak berkesudahaan di negaranya.

Namun pada tanggal 6 Agustus 2017 lalu, tiba-tiba mesin kapal yang mereka tumpangi rusak. Dari keterangan nakhoda kapal bernama Seni Thampi Pirathaepani, mereka berangkat dari negaranya karena ada perang saudara antara suku Tamil dan suku Singelis. (*ms)