Si Cantik Diperkosa Trus Suaminya Dibunuh..  Ini kesaksian yayang dan rina

MEDAN Mediasumut.com – Warga Jalan Sersan Usman, Gang Famili, Lingkungan 3, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli, mendadak heboh, Senin (7/8) pagi sekira jam 08.45 WIB. Dengan kondisi sekujur badan bersimbah darah, sesosok pria ditemukan tergeletak di badan jalan.

Adalah Sumarno (24), yang kali pertama menemukan kehebohan itu. Temuan terjadi saat karyawan pabrik tahu asal Pasar VI Helvetia, Desa Manunggal, Labuhan Deli, itu melintasi Jl Sersan Usman, Kota Bangun. Kisah penemuannya segera melebar ke polisi. Juga ke telinga banyak warga kawasan itu yang segera menyemut di lokasi penemuan.

Personel Polres Pelabuhan Belawan yang tiba di TKP segera mengecek kondisi mayat. Laki malang itu ternyata Dedi Wiyono (36). Ia, yang berstatus karyawan PT Musimas, bersama keluarganya diketahui tinggal di Pasar 8, Gg Baru, Dusun 5 Desa Manunggal, Labuhan Deli.

Info dihimpun dari lokasi penemuan menyebut, kemarin pagi itu Dedi yang mengendarai kereta Byson putih BK 5442 AWI dilaporkan melintasi jembatan gantung di kawasan Gg Famili, Jl Sersan Usman, Kota Bangun.

Berniat menuju tempat kerjanya, kawasan itu diketahui berfungsi sebagai jalan alternatif guna menghindari kemacetan di jalan utama wilayah Kota Bangun. Tapi maut tak dapat ditolak.

Saat melintas di kawasan acap sepi itu, Dedi mendadak dihantam kayu balok berpaku oleh sekawanan orang. “Dibantai sampai lehernya hampir putus,” kata seorang warga, saksi mata pembantaian sadis itu. Selain di leher, 2 luka tikam juga ditemukan di tubuh Dedi. Siapa pelaku pembantaian itu?

Melihat pembantaian di tengah jalan itu, sejumlah warga di kawasan lokasi penemuan mayat Dedi ternyata mengejar para pelaku yang coba kabur usai beraksi. Pelaku ditengarai berjumlah 3 orang. Tak sampai sejam usai beraksi, 2 dari trio pelaku yang dikejar itu berhasil ditangkap warga.

“Bakar, bakar saja!! Biar setimpal!” teriak warga saat menangkap 2 cowok yang ternyata berdarah Nias itu. Aksi penangkapan itu sempat direkam warga dengan ponsel. Dalam video rekaman itu, di sela amuk warga, tampak seorang tersangka diamankan seseorang berseragam TNI AL.

“Saat ini saksi (penemu peristiwa) masih diambil keterangannya,” sambung Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Yayang Rizki Pratama saat 2 tersangka tiba digelandang ke kantor polisi. Siapa 2 pria yang ditangkap itu?

Yayang menyebut, 2 tersangka itu adalah Pius Dachi (32) dan Sekawa Faoma (28). Keduanya diketahui berasal dari Pasar 8, Desa Manunggal, Labuhan Deli. “Salah seorang tersangka bernama Doni Dachi warga Belawan sedang kita kejar,” sambung Yayang.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Sumut Kombes (Pol) Rina Sari Ginting menyebut aksi pembantaian itu bermotif dendam. Ceritanya, sehari sebelumnya atau Minggu (6/7), Dedi dan Sekawa Faoma terlibat pertengkaran. Itu dipicu aksi Sekawa yang sebelumnya sempat tinggal di rumahnya, dilaporkan malah memerkosa istri Dedi. Saking geram, di ujung adu mulut itu, Dedi bahkan sempat memukul Sekawa.

Nah, tak senang atas aksi amuk Dedi, Sekawa yang kemudian pergi lalu menemui 2 temannya, Pius Dachi dan Doni Dachi.

“Ketiga tersangka itu kemudian menyusun strategi untuk mencegat korban di lokasi yang sering dilalui korban (TKP).

Keesokan harinya (Senin), ketiganya menunggu korban. Saat korban melintas mengendarai kereta Yamaha Vixion warna putih BK 5442 AWI, ketiga pelaku langsung mengikutinya. Tersangka Doni Dachi memukul korban pakai kayu di bagian belakang kepala korban, tersangka Sekawa Faoma menikamkan sajam ke leher korban sebanyak 2 kali,” terang Rina.

Kisah pembantaian itu juga tak pelak membuat orang tua Dedi syok bukan kepalang. “Anakku itu memang mau pergi kerja. Dia supir di PT Musimas,” kata Wajono (60), ayah Dedi (alm). “Anakku itu sudah beristri dan punya 1 anak,” sambungnya dengan nada terdengar sangat sedih.  (ms) 
Sumber:metro24jam