Proyek Pembangunan MCK Sumber Dana ADD / PPID TA 2015 Rp 319 juta Terkesan Mubajir

Mediasumut.com | Tapteng | -Masyarakat menyoal jawaban Pelaksana Jabatan (Pj) Kepala Desa (Kades) Bondar Suhudon II tahun 2015 ber-inisial LH Aparatur Sipil Negeri (ASN) Kantor Camat Amdan Dewi Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kepala Desa Bondar Kecamatan Amdan Dewi WP menurut pamong desa tersebut bahwa pembangunan Kamar Mandi, Cuci dan Kakus ( MCK) di Dusun II Aek Gapuk Desa Bondar Sihudon II sudah bagus dan masih tetap bagus sampai saat ini.

“Bangunan MCK itu sudah sesuai dengan RAB, dan sesuai peruntukannya oleh masyarakat. dan serahterima dengan kepala desa yang baru itu sudah seratus persen selesai dan lengkap fasilitasnya”. kata LH saat dikonfirmasi Monalisa,Jumat (4/8) di Kantor Camat Amdan Dewi Kelurahan Rinabolak Kecamatan Amdan Dewi Tapteng Sumatera Utara.

Sementara apa yang telah diutarakan Kades Bondar Sihudon II (WP) berbanding terbalik dengan kondisi yang ada,tidak tau membedakan bagus atau buruk suatu bangunan. Bahkan WP tidak menyadari bahwa pengakuannya ,bangunan MCK itu hingga hingga berita ini dilansir masih digunakan warganya, adalah bohong.

Kades Bondar Sihudon II ini menolak saat ingin dikonfirmasi langsung dengan Monalisa dan hanya melalui telepon selularnya WP mau berkomunikasi soal bangunan  MCK yang dibangun tahun 2015 terkesan mubazir karena tidak dipergunakan oleh masyarakat desa setempat.Ketika ditanya proyek tersebut bersumber dananya dari mana,WP sebagai Kades  yang mengerjakan proyek tersebut, mengaku MCK  bagus dan berfungsi sebagaiana mestinya. Cuma karena cuaca saat ini musim kemarau, air tidak lancar!.terangnya.

Saya setiap hari melintas dari situ, hingga saat ini (Rabu 2/82017-red) saya lihat tetap bagus dan tetap di gunakan masyarakat

Hanya karena saat ini cuaca sedang musim kemarau, air ke MCK itu tidak lancar”. kata WP kembali diseberang sana melalui Hapenya.

Sementara Warga dusun aek gapuk saat ditanyakan awak media ini tentang pengakuan LH dan WP, warga sekitar yang tidak mau dipublikasikan namanya, menyoal pengakuan mantan Pj Kades, dan Kadesnya itu.

“Kami malu mendengar pengakuan mantan Pj Kades, dan Kades Bondar Sihudon II ini, apa kedua orang ini pura pura bodoh, atau dasarnya bidoh tidak dapat membedakan bagus dan buruk, tidak dapat mem-bedakan berfungsi atau tidak..? Kata jawaban kades WP itu bagus dan berfungsi, yaah maksud dia itu bagus untuk kandang kambing”. tukas ibu ibu warga sekitar.

Sebelumnya secara terpisah. Kepala Dinas (Kadis) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Tapteng, Anita Situmorang saat dikonfirmasi di kantornya di Pandan, berjannji akan menindak tegas kepada kepala desa yang menyalah dalam  penggunaan uang negara, apa lagi tidak sesuai peruntukannya dengan kebutuhan masyarakat.

“Kepala Desa jangan main main dengan uang negara yang nilainya banyak itu untuk membangun infratruktur di pedesaan. Ini kejadian di Bondar Sihudon II akan ditindak tegas kepala desanya”. Pungkas Kadis PMD Tapteng.

Informasi yang diperoleh Monalisa, dari awal perencanaan pembangunan MCK itu-pun sudah bermasalah. Pengakuan warga sekitar, Pj Kades Bondar Sihudon II saat itu mencari lahan yang gratis tanpa ganti rugi pembebasan tanah atau pengganti tanaman yang ada di atas tanah.

“Ada lahan yang tersedia sumber air, saat itu warga pemilik lahan rela menghibahkan tanahnya. Tetapi jangan lah sama sekali gratis, maunya adalah sedikit biaya pengganti tanaman yang ada diatas lahan itu”. ujar warga sekitar.

Sebelumnya, telah diberitakan soal penyesalan warga sekitar tetang bangunan MCK yang mubazir di Dusun Aek Gapuk Desa Bondar Suhudon II yang menghabiskan uang rakyat sebesar Rp 319 juta tidak bermafaat dan tidak berguna untuk masyarakat.

“Kami berharap, Bupati Tapteng menindak tegas pengguna anggaran dana desa tahun 2015 didesa Bondar Suhudon II, masih banyak bangunan yang bersumber dana desa untuk sektor lain yang sangat diharapkan masyarakat. Jangan bangunan seperti ini, percuma, Dananya mubazir, bangunan ini sejak dibangun tidak pernah dimanfaatkan masyarakat, sehingga. (bersambung)