Dua bulan di landa kemarau, warga tapteng memilih mandi dan cuci pakaian di sungai

Mediasumut.com | Tapteng | – Pengguna Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sibolga – Barus, tepatnya di jembatan atas Sungai Aek Sibundong yang memisahkan Kecamatan Sorkam Induk dengan Kecamatan Sorkam Barat Kabupaten Tapanuli Tengah   (Tapteng), Sabtu (22/7) sekitar pukul 17, 30 wib,pasalnya disepanjang jembatan lebih kurang 150 meter dipadati sepeda motor parkir sebelah kiri dan kanan diatas jembatan.

Setelah mediasumut.com menghampiri para warga yang lalu lalang disekitar jembatan untuk mengatahui kenapa ada keramaian di atas jembatan. Monalisa mendapat keterangan akibat kemarau yang berkepanjangan sudah memasuki dua bulan melanda Tapteng mengakibatkan sumur warga kekeringan. Sehingga warga memilih mandi dan mencuci pakaian di Sungai Aek Sibundong. 

“Dari Desa Sipea-pea, Pahieme, dan Kelurahan Sorkam Kecamatan Sorkam Barat. Juga dari Desa Gonting Mahe, Pargarutan, dan Desa Pananggahan Kecamatan Sorkam Induk memilih mandi dan mencuci di sungai aek sibundong ini”. Ujar Jonni Situmeang (35) warga Desa Pargarutan.

Hal tersebut dibenarkan wasington Simamora (19) warga Desa Pahieme. Katanya, meski jarak desanya dengan jembatan aek sibundong sikira 2 sampai 4 kilometer, tetapi, karena sudah tidak ada lagi air disumur mereka, satu satunya pilihan harus ke sungai aek sibundong.

“Sudah lebih sebulan kami mandi dan mencuci di sungai aek sibundong dibawah jembatan ini. Tidak ada pilihan lagi, air di sumur sudah kering”. tukas Wasington, diamini Berliani Simatupang (16) warga Desa Sipea-pea.

Pantauan Monalisa, ratusan warga dari 7 desa dan kelurahan di 2 kecamatan itu mandi dan mencuci di sungai aek sibundong. Akibat banyaknya sepeda motor yang parkir disisi kiri dan kanan jembatan mengakibatkan lalulintas di Jalinsum Subolga – Barus menjadi macet.(*syaifudin simatupang)