Kematian chester benington meninggalkan luka yang dalam bagi  keluaga maupun fansnya sendiri

Sebuah kabar mengejutkan datang dari industri musik dunia. Pentolan Linkin Park, Chester Bennington, dikabarkan bunuh diri di usianya yang ke-41.

Seperti yang dilansir dari Billboard, vokalis yang punya enam anak ini diduga bunuh diri dengan cara gantung diri di hari ulang tahun sahabatnya, Chris Cornell (20/7).

Chester Bennington ditemukan tewas di kediaman pribadinya di Palos Verdes Estates, di Los Angeles, Amerika Serikat.

Fans mungkin kaget kenapa Chester Bennington bisa tiba-tiba bunuh diri, meski Linkin Park baru aja rilis album baru dan semuanya kayaknya baik-baik saja.

Namun ternyata, rumor aksi bunuh diri yang dilakukan Chester berkembang di dunia maya. Bahkan nggak sedikit yang menganggap bahwa aksi bunuh diri itu sebenernya udah direncanain.

Soalnya, dalam beberapa bulan terakhir, Chester nunjukin gelagat aneh di laman media sosial pribadinya. Bahkan, dia sempat mengunggah sebuah puisi tentang kehidupan setelah kematian.

“Aku akan terus datang kepada-Mu sampai apiku benar-benar padam,” bunyi salah satu kalimat puisi yang diunggah Chester pada April lalu.

Nggak berhenti sampai di situ. Kalo ditelusuri, lagu-lagu di album Linkin Park semuanya bernada sedih dan mungkin Chester mengisyaratkan sesuatu.
Anyway, Chester adalah penulis lirik utama di album teranyar Linkin Park, One More Light.

Di album yang dirilis pada tahun 2017 itu, ada lagu berjudul Nobody Can Save Me, Good Goodbye, hingga Sorry For Now.
Liriknya pun senada dengan judul lagunya. Contohnya seperti penggalan lirik Nobody Can Save Me berikut ini:

“I’m dancing with my demons
I’m hanging off the edge
Storm clouds gather beneath me
Waves break above my head
Head-first hallucination
I wanna fall wide awake now
You tell me it’s alright
Tell me I’m forgiven, tonight