ORANG TUA FARHAN AKAN AMBIL LANGKAH HUKUM ATAS KASUS BULLYING TERHADAP PUTRANYA

Masih berlarutnya pengusutan kasus bullying terhadap Farhan, mahasiswa Universitas Gunadarma, Depok membuat pihak keluarga mempertimbangkan bantuan hukum yang ditawarkan pihak Polda Metro Jaya dan Polres Depok dalam pengusutan kasus bully terhadap Farhan.



Hal tersebut dilakukan sembari menunggu kebijaksanaan pihak kampus dalam mengambil keputusan terkait perlakuan tak mengenakkan yang diterima Farhan.

“Kita minta buat keputusan seadil-adilnya, sesuai dengan tata tertib yang berlaku di kampus. Kalau tidak puas dengan keputusan tersebut ya mungkin saja kita pertimbangkan bantuan hukum dari pihak kepolisian,” ujar ayah Farhan, Mansyur di rumahnya, Jalan Kemenyan, Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (18/7).

Saat dikonfirmasi mengenai pihak kampus yang masih belum mengantongi izin dari keluarga Farhan untuk mengecek kondisinya secara psikis, Mansyur menampiknya. Dia dan keluarganya terbuka akan langkah yang diambil oleh pihak kampus. Jika diperiksa, nantinya hasil dari pemeriksaan psikis Farhan tersebut akan dijadikan pedoman untuk memberikan hukuman yang layak terhadap pelaku bullying tersebut.

“Boleh kok boleh, saya persilahkan itu kalau memang dibutuhkan,” kata Mansyur.

Farhan yang terdaftar sebagai mahasiswa Universitas Gunadarma jurusan Sistem Informasi angkatan 2016 tersebut telah mengalami tindakan bullying yang dilakukan oleh teman satu angkatannya. Atas kejadian tersebut, kini pihak Universitas Gunadarma masih melanjutkan investigasi mendalam untuk menggali keterlibatan pihak lain dalam kasus bullying tersebut.

“Kami melaksakan pembentukan tim investigasi untuk kasus tersebut. Ini merupakan gerak cepat yang kita lakukan mengingat urgensi yang sangat tinggi,” ujar Wakil Rektor 3 bidang kemahasiswaan Universitas Gunadarma, Irwan Bastian.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 bidang kemahasiswaan Universitas Gunadarma, Irwan Bastian, mengatakan tindakan yang dilakukan teman-teman Farhan terhadap Farhan bukanlah bullying, melainkan bentuk candaan spontan yang dilakukan sesama teman satu angkatan.

“Berdasarkan keterangan mahasiswa yang ada di video, mereka tidak bermaksud membully, hanya bercanda. Kejadian itu pun berlangsung secara cepat dan spontan saja,” ujar Irwan. (mediasumut)