Dari saras 008, hingga mendekam dibalik jeruji besi

Hari ini, Selasa (18/7), Pretty Asmara ditangkap oleh Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya saat sedang berada di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat. Wanita berusia 39 tahun itu diciduk petugas atas dugaan kasus penyalahgunaan narkoba. 


“Iya (benar), yang bersangkutan ditangkap,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi.

Hingga saat ini, kasus yang menjerat Pretty masih terus didalami oleh pihak kepolisian. Namun, menurut Argo, artis bertubuh gempal itu tertangkap bersama barang bukti berupa sabu dan pil ekstasi.

“Saat ditangkap, kita temukan barang bukti sabu dan ekstasi,” tutup Argo.

Dian Pretty Asmara adalah wanita kelahiran Lumajang, Jawa Timur. Putri pasangan Paiman dan Siti Mutominah ini diketahui telah terjun ke dunia seni sejak kecil. Bungsu dari tiga bersaudara itu pun mengawali kariernya sebagai salah satu pemain sinetron ‘Dulung’ yang dibesut Anto Lupus pada tahun 1996.

‘Balada Dangdut’ adalah sinetron kedua Pretty. Ia bergabung dengan produksi sinetron tersebut saat sedang mengikuti workshop sinetron ‘Jaka Tarub dan Tujuh Bidadari’. Kala itu, Harry Capri datang untuk mencari pemain dalam sinetron ‘Balada Dangdut’.

Kariernya sebagai pemain sinetron sesungguhnya dimulai pada tahun 1997, tepatnya sejak Pretty bermain untuk sinetron ‘Bias Bias Kasih’ dan hanya tampil sebanyak dua scene. Pada Agustus 1998, Pak Edi Deronde memanggilnya untuk melakukan casting sinetron anak-anak berjudul ‘Saras 008’. Ia pun memerankan Bul, tokoh antagonis yang kocak. Dari situlah, namanya semakin dikenal masyarakat.

Setelah itu, berbagai tawaran sinetron pun menghampirinya, seperti ‘Dendam Nyi Pelet’, ‘Di Balik Asrama’, ‘Bemoku Sayang Bemoku Malang’, ‘Gara-Gara Kucing Garong’, ‘Rubiah’, dan lainnya. Terakhir, ia bermain sebagai Bu Ani untuk sinetron ‘Rain’ pada tahun 2015.

Selain sinetron, Pretty juga terkenal kerap sebagai pemain teater dan ikut pementasan seperti ‘Bunga Rose dari Cikembang’, ‘Ande-ande Lumuten’, dan ‘Mahadaya Cinta’. Ia juga banyak film layar lebar, seperti ‘Kejar Amerika’ (2004), ‘Tina Toon dan Lenong Bocah The Movie’ (2004), dan ‘Kejarlah Jodoh Kau Kutangkap’ (2011).

Tak hanya itu, Pretty juga sering menjadi MC di berbagai acara, seperti pesta ulang tahun. Setiap kali menjadi MC, dia juga tak lupa untuk menyanyi.

Sejak tahun 2015, Pretty memang tiak pernah terlihat tampil untuk sinetron atau film apapun. Entah apa yang ia kerjakan sejak saat itu hingga kini. Yang jelas, Pretty memang gemar berpesta dan hal itu terlihat dari akun Instagram pribadinya, @prettyasmara.

Hari ini, Selasa (18/7), Pretty Asmara ditangkap oleh Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya saat berada di Hotel Grand Mercure, Jakarta Pusat. Ia diciduk petugas atas dugaan kasus penyalahgunaan narkoba.

Sampai saat ini, kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjerat Pretty masih terus didalami oleh pihak kepolisian. Kabarnya, Pretty tertangkap bersama barang bukti berupa sabu dan pil ekstasi.

Pretty pun masih mendekam di balik jeruji besi sambil menunggu penyidikan lebih lanjut. (mediasumut.com)